Minggu, 19 Januari 2014

Our Feeling

Namja itu mencium dahinya lembut “kau benar-benar akan pergi. Kita baru saja melakukannya semalam, Apa tidak sakit?” tanya-nya lembut, matanya mengisyaratkan khawatir yang berlebihan pada istrinya itu

Jangan memandangku seperti itu Donghae-ah

“tidak apa-apa, kami sudah lama tidak bertemu. Lagipula hal bahaya apa yang akan dilakukan saat reoni SMA sih?”

Maaf. Maaf. Maaf.

“kau benar. Jangan minum Alkohol terlalu banyak oke?”

“ya” sahut sang istri—Choi Youmin tersenyum manis, meyakinkan suaminya bahwa ia baik-baik saja

“mau kujemput?” tanyanya lagi. Sangat menyesal karna dia tak bisa mengantarkan Youmin ke tempat reoni SMA-nya karna rapat -sialan- yang lagi-lagi mengganggu acara liburannya

“tak apa. aku pergi naik taksi”

“Baiklah Chagi, aku pergi, Saranghae”

“ya, hati-hati”

Maaf Donghae-ah, setelah ini aku berjanji akan jadi istri yang baik.

***
Room 904, Treasure Hotel

Dia tersenyum. Sangat manis untuk ukuran seseorang yang sedang menangis.

Ya dia menangis.

Dan itu karna kau, Youmin pabo.

Batinnya meringis nyeri. Tanpa sadar sudut bibirnya tertarik, matanya memandang penuh emosi pada namja yang masih tak menyadari kehadirannya itu.

“Kyu” ucapnya lirih, niatnya untuk menghampiri namja itu seolah tak sejalan dengan tubuhnya yang terpaku.

Mata itu…

Nafasnya tercekat. Dia selalu menginginkan onyx itu kembali menatapnya.

‘Tapi tidak seperti ini’ batinnya berteriak.

Namja itu tersenyum kembali. Senyum yang berbeda. Senyum yang dibencinya.

“Hai” matanya memanas. Deep voice itu kembali menghampiri telinganya. Sangat halus, tak seperti suara rekaman yang menjadi kebutuhannya menjalani hidup sepuluh tahun ini.

Dia masih berdiam disana, memandang sosok ‘Kyu’ yang menghampirinya perlahan, punggung tangannya mengusap sekilas air mata yang memenuhi wajahnya

DEG

Jantungnya mulai menunjukkan reaksi. Rasanya cukup menyakitkan ternyata.

Terlalu erat. Terlalu hangat. Terlalu sama.

“aku merindukanmu” Yeoja itu—Youmin menggigit bibirnya. Tenggorokannya mengeluarkan dengungan samar sebagai balasan.

Youmin mencengkram erat ujung kemeja namja itu, makin mengerat saat benda kenyal menubruk bibirnya.

Nafasnya tersendat, membagi antara isakan dengan perasaan rindu yang membuncah pada bibir sang namja yang bergerak lembut memangut bibirnya.

***

Keduanya tersenyum. Jemarinya yang mendingin menyentuh tiap wajah itu dengan lembut, memperhatikan dengan seksama setiap penegasan pada wajah itu “kau terlihat sehat, Kyuhyun-ah”

Sosok itu tersenyum kecil, dengan mata yang masih terpejam ia menyahut “kau tidak suka?”

Ya. Aku tidak suka. Sama sekali tidak suka.

“aku suka melihat senyummu” ucap Youmin tidak berusaha berbohong

Kelopak mata Kyuhyun terbuka, matanya memandang penuh hasrat pada Youmin yang masih menangkup kedua pipinya “aku akan selalu tersenyum untukmu”

Bibir itu kembali memangutnya, sedikit menuntut hingga Youmin membiarkan lidah panas Kyuhyun melewati bibirnya. Menyapu segala yang dia rindukan didalam sana.

“eughh..” lenguh Youmin. Ciuman Kyuhyun selalu terasa memabukkan. Membuatnya selalu melupakan segalanya.

Terlebih saat kulit telanjang Kyuhyun bergesekan dengan lengannya.

Perlahan jemari Kyuhyun membuka setiap Kancing Dress-nya. Youmin tak peduli, yang ia inginkan hanya mendorong tengkuk Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka.

“hh hah” hembusan nafas mereka bersautan. Keduanya sama-sama tersenyum melihat warna merah keunguan yang tergambar didaerah bahu mereka.

Segala emosi rindu, kecewa dan gairah tergambar disana “kau juga terlihat sehat, Min-ah” suara Kyuhyun terdengar samar ditelinga Youmin.

Jika seseorang perlu video porno untuk horny, Kyuhyun hanya perlu waktu dua menit memandang Youmin

Kontak mata itu kembali terputus saat Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka. mengecap setiap rasa yang selalu ingin ia ingat untuk selamanya.

Cklik.

Bunyi pengait Bra Youmin yang terlepas seakan menjadi pertanda ini akan menjadi malam yang panjang untuk mereka.

“k-kyu.. hh…” Youmin mendongakkan kepalanya, memberikan jalur pada bibir Kyuhyun yang mengecup setiap sudut yang dilaluinya.

“ahhh” desahnya saat Kyuhyun mulai menyapukan lidahnya eorelanya menghisapnya keras untuk memancing Youmin bersuara lebih keras

Benar. Mendesahlah untukku Choi Youmin. Sebut namaku. Panggil aku dan aku akan melayanimu.

“K-Kyuhyun” Pekiknya saat Kyuhyun memindahkan kulumannya ke nipple Youmin yang mengeras, menyedotnya keras seakan bisa mengeluarkan segala yang yeoja itu punya untuknya mala mini.

Jemarinya bergerak, menyusuri setiap jengkal tubuh Yeoja yang entah sejak kapan sudah polos seperti dirinya.

Bibirnya berhenti bekerja, meskipun begitu tangannya bekerja lebih aktif dibawah sana, menggoda Kiltoris Youmin dengan gesekan cepat  “Kau milikku bukan, malam ini aku hanya milikmu bukan?”

“Ah.. Kyu-Kyuhyun-ahh, m-masukkan” kata Youmin terbata, letupan gairah itu tergambar dimaniknya yang menggelap.

“Benar. Kau milikku. Dan aku milikmu. Memintalah padaku dan akan kukabulkan semuanya” Katanya seduktif sebelum kedua jarinya ternggelam dalam Vagina Youmin dalam sekali hentakkan

“uh hh ahh” desahnya tak beraturan saat jemari itu mengocok miliknya. Ditambah dengan bibir Kyuhyun yang kembali menyerang dadanya yang sudah memerah

Kyuhyun kembali memandangnya dengan pandangan penuh arti. Dengan ke-empat jemari yang masih bergerak liar dibawah sana namja itu berucap “Ayo” katanya singgkat lalu mengganti jari-jari itu dengan kejantanannya yang hampir eraksi melihat pemandangan dibawahnya itu

“AGH!” teriaknya Frustasi saat Kyuhyun malam memasukkan benda panjang berurat itu secara perlahan. Pinggulnya otomatis bergerak sendiri agar kejantanan Kyuhyun menggesek dinding kewanitaannya lebih cepat

“K-Kyu Ahhh KYUHYUN! Cepat!” Teriaknya semakin frustasi karna Kyuhyun hanya memandangnya sambil mengatur nafas.

Dia tidak boleh kelepasan.

Dengan keadaan Youmin yang seperti ini. dia tak mau kelepasan.

“Ah! Kyu! Ah! Ah!” Erang Youmin saat ujung kejantanan Kyuhyun menumbuk benda kenyal didalam dirinya. Pinggulnya ikut bergerak seirama dengan hujaman Kyuhyun yang begitu kuat namun dengan tempo lambat

“Min—pelan, Min emmgh” ucap Kyuhyun diiringi geraman tertahan.

Kau akan kesakitan jika aku terlalu kasar, sayang

“Kyuhyun-ah ahhh hh” Tangannya menggapai tengkuk Kyuhyun, menubrukkan keras kedua bibir mereka.

“emmh..” desah mereka tertahan. Ciuman Kyuhyun tetap seliar biasanya sesekali ia akan menyedot lidah Kyuhyun yang sedang menari didalam mulutnya, meneguk saliva mereka yang tercampur seolah bisa membuat panas ditubuhnya mendingin.

“emh.. maaf min, maaf” Kata Kyuhyun, badannya menghentak lebih keras. Lebih cepat.

“Ah! Ah! Ya ahh begitu sayang… Ahh” tubuhnya terhentak cepat meskipun pinggulnya tak lagi bergerak sendiri seperti tadi.

“Ah.. min! hh emmh” hujaman itu makin menguat saat dirasa kejantanannya berkedut hebat didalam sana

“AHH!!” Erang mereka berdua saat keduanya mencapai Klimaks.

Hangat. Sperma Kyuhyun adalah yang paling baik saat udara AC yang dingin menerpa tubuh panasnya.

“hh hh hah” desahan mereka saling bersautan, lantunan melodi yang mengandung unsur gairah paling merdu ditelinga mereka

Sreet sreet

Kembali Kyuhyun menggerakkan kejantanannya yang kembali eraksi “Min…”

“Ah! Kyu… hhah hh” kedua mata mereka berpandangan dengan mulut yang tak berhenti mengeluarkan desahan mata itu tetap bertaut layaknya tubuh mereka

“Min.. ah hh ah!”

“ohh, Kyu… Cho Kyuhyun!” Youmin kembali merasakan Klimaksnya. Diatasnya Kyuhyun berhenti, menunggu Youmin menyelesaikan rasa menggelitik itu untuk sesaat sebelum kembali menghujamkan miliknya

“Kyu.. ahh oh!” Tubuhnya mengejang saat kejantanan Kyuhyun kembali berkedut, ia kembali menggerakkan pinggulnya untuk mencapai Klimaks yang bersamaan dengan Kyuhyun

“Kyu.. ak-u ahh hh”

“Aku juga sayang” sahutnya tertahan desahannya

“AHHH” Teriak mereka bersamaan saat Klimaks kembali membuat pandangan mereka memutih

***

“Youmin-ah” panggil Kyuhyun lirih, Tangannya melingkar ditubuh polos Youmin yang tidur menyamping.

“eum?” Youmin tak banyak bergerak, tak mau membangunkan kejantanan Kyuhyun yang masih berada didalamnya

Paling tidak sampai besok pagi.

“Aku mencintaimu”

Youmin tersenyum lebar, letih karna kegiatan mereka beberapa saat lalu terasa mengambang “aku tau”

“apa kau juga?”

“Selalu. Selalu mencintaimu, Kyuhyun-ah”

***

Manik itu menatap angkuh Kyuhyun yang menunduk “Aku sudah memenuhi janjiku. Penuhi janjimu Cho Kyuhyun”

“ya”

“Apa?” kata namja dengan pandangan dingin itu mengejek

“ya, Master”

“Buka bajumu” Kyuhyun memejamkan matanya, menggigit bibirnya seraya meyakinkan inilah pilihannya. dia telah mengambil kesempatan yang Choi itu berikan, dan dia harusnya tahu diri dan tak lagi menunjukkan tampang tersiksa.

Perlahan namja itu membuka seluruh pakaiannya dan kembali mendudukkan diri di kasur king size yang sedari tadi dia duduki

“Dengan Kyuhyun-ah. Kau milikku. Selamanya kau hanya milik Choi Siwon”


Ya, dia akan bahagia dengan suaminya. Dan Aku akan menjalani hariku dengan Choi Siwon. Master seorang Cho Kyuhyun

***
ah, ah, ah... udah lama gak nulis lagi. eh nulis NC lagi. pada ngerti gak ceritanya. jelimet ya? maksudnya sih ini nyeritain tokoh Youmin dan Kyuhyun yang ketemu lagi karna 'diperbolehkan' sama masternya si Kyuhyun yaitu Siwon -iya, abang siwon maaf, disini Min bikin situ jadi gay yang ngebeli Kyuhyun-. nah si Youmin ini udah jadi istrinya Donghae yang buta sama hubungan perasaannya Youmin yang sebenernya cintanya cuma buat Kyuhyun. ya, gitu deh. oke? Annyeong!

Rabu, 10 Juli 2013

Only Things About Them


Seharusnya sama aja. Mereka gak ada bedanya kayak semua manusia-manusia yang pernah gue temuin, sebenernya. Beberapa saat setelah gabung sama mereka, rasanya hampir sama kayak udah bertahun-tahun gue deket sama sohib gue—yang gue anggap saudara sendiri.

Seharusnya emang mereka sama aja kayak yang lain. Ada yang tipe blak-blakkan, kekanakan meskipun omongannya lumayan nyelekit, ada juga yang gue rasa punya kepribadian yang hampir sama kayak gue. Topeng.

Fi, lo pasti marah kalo lo liat ini. Gue disini udah kayak bandingin lo sama mereka yang bahkan gak ada setengah dari waktu kita temenan. Jelas kita udah dari kelas satu SMP lah yang ini bahkan gue baru bener-bener ngeh nama dan tabiatnya pas kelas satu SMK semester dua. Lo tau lah fi, no realition ship no comment. Itukan yang selalu gue terapin dikehidupan gue?

Mereka itu ya fi, kalo di inget-inget lagi gak ada bedanya sama ‘rekan’ SMP kita. Terus kenapa kali ini beda? Gue juga gak tau. Gue ngerasa punya seseorang sama mereka. Kalo sama lo gue ngerasa lo ngebiarin gue karna lo yakin gue udah mikir tentang apa yang gue lakuin. Kita curhat—tepatnya elo curhat dan gue ngedengerin sekalian ikut campur sama masalah lo dikit-dikit. Tapi...

Lo tau gak gue gak bisa selepas itu buat nyebutin apa masalah gue ke elo?

Gue selalu merasa lo masih kecil, masih polos, gak tau apa-apa dan yang perlu gue lakuin adalah ngedukung elo dan ngehandle semuanya sendiri. 

—Lo gak usah mikir macem-macem. Seinget gue, gue gak ada masalah berat kok. Gak kayak disinetron-sinetron yang selalu punya masalah disetiap tokohnya—Apalagi yang gak pernah nganggep yang lain penting kayak gue.

Tapi yang namanya remaja mah ada aja, kan?

Pertama kali gue masuk kelas gue kira gue bakal jalanin dengan topeng yang sama kayak waktu gue SMP. 
Sok sibuk dan gak mentingin sekitar biar yang lain gak deket-deket sama gue.

Apalagi waktu itu gue langsung dapetnya bangku dibelakang. Gak dipojok karna disitu ada Pipeh. Dari sana gue udah ngerasa: tiga tahun ini gak bakal ada yang berubah, as real—gue benci perubahan. Lebih gondok daripada gue dikerubungin, lebih benci daripada gue dicuekin. Jadi gue kira

—It’s fine. Gue cuma perlu beberapa minggu sekali ngumpul sama afifah sama mafisah buat ngatasin kebosenan gue masang topeng kalem yang males ngomong dan semua akan berjalan sesuai semestinya.
Tapi ternyatak enggak.

Pipeh ternyata suka K-pop. Jiwa yang telah lama terpendam –karna afifah itu Vampire addict dan Mafisah yang lebih tertarik sama cowok-cowok-yang-sebenernya-gak-sebrapa-itu— muncul kembali.

Kita ngomongin dari SHINee yang lagi gue demen-demenin sampe Junhyung BEAST yang dia koar-koarin jadi cowoknya. Dari yang dulu cuma gue tau nama satu personilnya. Iya itu Kyuhyun yang ternyata pas gue kelas 2 SMP baru tau dia itu satu grup sama yang nyanyi lagu kesukaan gue -miracle- yang punya Suju. Sampe boyband pertama yang gue tau, yang gue ikutin beritanya dikit-dikit karena keterbatasan gue yang males kewarnet. Dan tentunya gue masih inget lagu pertama gue.–Love in the ice.  Yang sampe sakarang gue gak tau –dan gak nyari tau- apa arti lirik lagu DBSK itu. 

Kita ngomongin banyak hal sampe gue lengket banget sama dia. Beberapa minggu gue sebodo amat—yang penting gue punya temen ngobrol disela ketidak-sukaan-gue-sama-akuntansi. Tapi setelah itu gue mikir:

Oh, gue gak nyangka bisa dapetin ‘temen’ Cuma dalem beberapa minggu. 


Gue udah nyantai-nyantai aja gelendotan ditangan lo, peh. Padahal sama afifah aja dia butuh lebih dari satu tahun buat gue biarin ngegandeng gue dengan tenang tanpa gue tepis sama sekali.

Tapi itu gak selamanya berdampak baik. Dan bener kata gue—gue emang gak pernah sepakat sama perubahan. Makin lama gue makin bergantung sama lo, peh. Dan makin lama gue makin sadar, kalo begini rasanya jadi afifah.

Gue frustasi. Jelas. Gue gak suka perubahan dan sekarang gue lagi ngalamin itu. Otomatis gue harus beradaptasi lagi. Belom cukup waktu gue buat nenangin diri lo dateng, mil. Tadinya gue biasa-biasa aja karna ica juga biasa gue cengirin gara-gara gue sama pipeh berisikin Kpop dibelakang dia dan dia kayaknya keganggu.

Tapi gue bodo-in amat. Dan sampe sekarang kayaknya ica juga gak sadar -atau gak mau tau- kalo dulu gue punya perasaan sebodo itu sama dia.

Awalnya sih ya mil, gue ngerasa. Asik nih, bisa ada yang diajak ngomong selain pipeh—karna menurut otak jenius gue yang kadang Pentium dua itu : lo itu cukup ngejalanin apa yang ada didepan elo, dikasih ini lo terima, dikasih itu lo juga gak nolak.

Dan setelah sekian lama gue baru sadar dengan keberadaan ica. Gue gak begitu inget gimana caranya—ataupun ada maksud tersembunyi apa sampe gue bisa deket sama lo, ca. Gak ada yang kebayang.
Kalo menurut lo gue manfaatin lo pada, lo semua salah.

Baru kali ini gue ngerasa gue butuh seseorang. Dan seseorang dalam kasus ini adalah kalian bertiga. Dari awal—dari sama pipeh pun gue udah gak mikir yang mana yang bakal cocok sama gue. Maksudnya ada disisi gue tapi gak ngeribetin gitu. 

Pas ngobrol sama emil-pun gue sama sekali gak mikir bakal senista apa gue kalo bergaul sama orang yang ngomongnya aja kayak gini. Padahal beberapa hari pertama sesudah masuk sekolah gue udah ngeliat emil di angkot. Disana gue ngerasa. Dia cukup. Cukup gak ngeribetin karna tampangnya yang datar-datar aja –mango maksudnya- dan gak begitu eksis dikelas tapi kayaknya tau-tau aja. Yah mskipun beberapa jam kemudiannya gue udah gak peduli karna gue emang gak tau namanya.

Kalo lo gak dateng ke gue, berarti lo emang bukan bagian gue.


Tapi ternyata malah gue yang ngundang elo, dan terlebih gue baru inget lo adalah cewek-diangkot-waktu-itu pas kita emang udah berempat-berempatnya.

Dan saat gue sadar –itu pas lagi liburan, tapi gue lupa itu libur sabtu-minggu apa libur panjang- 

gue udah terlalu jauh. Dan sisi gak-mau-tau gue berkurang drastis.

Gue tambah shock lagi pas gue sadar abis jalan sama afifah sama mafisah kalo gue bisa panik. gak begitu sadar kalo di SMK ini gue juga udah sering panik. Well—sebelumnya gue gak pernah bener-bener panik sekalipun gue ditinggal sendirian ataupun digosipin yang macem-macem. Dan ini gue panik cuma karna hal yang biasa gue adepin. Kesasar. Yah, buat orang yang bahkan mikir yang mana kanan mana yang kiri kayak gue, itu udah biasa. Buta arah gue emang parah.

Gue cekokin terus bacaan hurt/comfort –situsnya dari pipeh- yang menguras air mata biar gak ada yang sadar kalo gue lagi drop gara-gara gue nemu lagi perubahan dalam kehidupan gue. Iya itu emang novel banget, tapi emang jiwa gue yang gak pernah terombang-ambing dilautan manusia ini emang masih sepolos itu buat nafsirin segalanya. Segalannya berasal dari apa yang gue baca.

Dan FUALLA—

Jadilah gue yang mulai bisa menerima keadaan. Sedikit demi sedikit gue ngelupain kehidupan gue dulu—apalagi afifah sama mafisah lagi susah dikontak. Gue bener-bener nyoba dari awal. Dari bener-bener gak tau apa-apa.

Dan itu beneran. Sekarang gue sadar gue bener-bener nyoba dari polos. Lebih polos dari yang dulu –katanya agung gue polosnya minta ampun kalo udah ada yang bisa ngajak gue ngomong –dan disetujui sama afifah dan mafisah-

Kalo difikir sekarang. Gue yang kayak gitu adalah tipe yang harus dijauhi dulu. Tipe pengganggu yang gak bisa gak keluar jalur. Maksudnya bisa dipengaruhi tapi satu jalan. Kpop. Yak, semua tentang kita berempat dimulai dari kpop.

Dari super junior tepatnya. Ampe sekarang udah pada mencar-mencar sukanya apa. Terakir gue inget ica lagi mencari jati diri pada 2PM, Emil yang gak jelas sukanya apa dia mah kalo gak siwon ya ganti-ganti-udah gue bilang dia mah orangnhya terimaan-, Pipeh tetap setia sama Beast meskipun kita berempat sekarang kalo udah ngomongin EXO lancar. Iya, kita sehati di EXO sekarang. Tapi gue masih sama super junior. Tepatnya gue susah lepas dari sama SMArtist-jangan ungkin JYJ bukan SM, okey?-

Pertama kali sadar gue udah bener-bener berubah, gue takut. Gue bener-bener takut kalo misalkan mereka ninggalin gue, gue gak bisa apa-apa. Bahkan gue memperlakukan Afifah sama mafisah sama kayak kalian. Mereka berdua sampe bilang gue tambah cerewet dan banyak maunya.

Gue sempet diem beberapa hari. Yang ditafsirkan anak-anak itu gue lagi badmood. Yah, meskipun kadang gue berusaha keliatan biasa-biasa aja dan gak diem-diem banget sama mereka. Disitu—saat gue bener-bener balik lagi jadi diri gue yang dulu—maksudnya sosok yang nyebelin itu. Gue nyerahin semua sama mereka.

Kalian bagian dari gue, jadi gue percaya sama kalian


Well, gue emang tipe orang yang Cuma percaya sama diri gue. Gimana cara gue berfikir tentang reaksi-reaksi yang beda-beda dari orang—tadinya malah gue fikir gue bisa masuk psikologi.

Gue percaya kalian gak bakal ninggalin gue kalo tiba-tiba gue lagi dalam kondisi gak mau diganggu untuk waktu yang agak lama. Gue selalu berusaha percaya kalo kalian juga nganggep gue temen—gue gak semuluk itu pengen kalian nganggep gue sahabat.

Itu ikatan beneran sakral banget buat gue. Lebih sakral dari rasa persaudaraan gue sama afifah sama mafisah—dan tentunya sama keluarga gue. 

Dulunya gue gak begitu merhatiin semuanya karna gue rasa mereka gak pantes. Orang jadi temen awalnya mah modus. Dan orang kayak gitu gak pantes buat gue. Dan gue udah lupa gimana caranya gue buka hati buat dua orang sinting yang gue akuin sebagai saudara semati gue itu.

Tapi sekarang—setelah semua perubahan ini gue malah takut. Bisa dibilang gue takut hampir sama semua hal. Gue ngerasa orang serendah gue gak cocok kalo dibandingin sama kalian-maksudnya sama semua orang bukan kalian doang- yang kayak gitu. Yang sehebat itu. 

Makanya gue takut ditinggalin.

Maaf kalo gue gak pernah ngakuin, gue gak mau lo sampe ketawa setan mil. Gue iri sama kalian, sama apa yang kalian bisa tapi gue terlalu gengsi buat belajar—apalagi didepan kalian. 

Kalian gak tau kan gue nahan gengsi gue mati-matian buat belajar sesuatu sama kalian?

Lo pasti ketawa deh ca kalo gue bilang terus terang pas yang kita lagi pemotretan-nya emil. Disitu gue beneran nangis dan bukannya lagi buka fanfiction. Ketakutan gue balik disana. Karna gue ngerasa gak dipeduliin—bukan berarti gue pengen jadi model. Tapi gue pengen diperhatiin juga, makanya gue ikut meskipun gue tau gue bakal capek dan dipaksa gimanapun gue ogah ikut jadi modelnya.

Gue inget banget tuh tiba-tiba gue udah nyesek langsung aja gue nyalain HP, pura-puranya sih ngecek apa gitu. Pas kalian sadar gue baru deh bekoar kalo itu gara-gara fanficnya Kyuhyun. Hari itu gue bener-bener berusaha biar kelihatan biasa-biasa aja. Dari sebelum gue nangispun gue udah berusaha buat ngalihin perhatian gue dengan bertingkah bosen bin sok unyu gitu sambil megangin lighting.  Kalo lo sadar waktu itu gue suka gak sesuai ngarahin itu lighting karna gue gak mau ngeliat kalian.

Gue gak mau kalo gue beneran nangis karna padahal kita bertiga tapi gue ngerasa kalian Cuma interaksi berdua.

—yah, iya sih akhirnya jebol juga.

Ini semua—tulisan paling jujur gue. Bener-bener jujur tanpa editan, tanpa rekayasa karna kalo kalian mau tau gue emang lagi mikirin tentang ini sekarang—pas nulis ini.


Sabtu, 15 Juni 2013

Love?

Gelap. Matanya memincing untuk bisa melihat sekelilingnya. Ruangan itu—

Sebuah dapur. Tapi kenapa begitu gelap?

“ssh~” desisnya pelan saat merasakan fluida tak beraturan melewati setiap jengkal tubunya. Naked. Dia sangat yakin semua kain tebal yang melapisi tubuhnya sudah tak lagi menempel disana.

“Rinnie Chagi~” Yeoja itu menutup matanya perlahan. Badannya gemetar saat hembusan hangat mengenai cuping telinganya. Suara itu—

“Oh sajangnim” badannya tercekat saat benda hangat dan basah menyentuh kulit lehernya yang dingin “Sehun, Honey. Panggil aku Sehun” ucap suara berat itu. Bosnya itu—Oh Sehun. Apakah dia yang membuka pakaiannya?

“agh…” rintihnya pelan saat merasa kulit lehernya digigit dan dihisap keras. Rasa itu terus datang—tujuh? Delapan? Ah, Yeoja itu sungguh tak bisa menghitungnya. “look at me, Chagiya~” seakan terhipnotis, yeoja itu membuka matanya, melihat dengan jelas wajah tampan Oh Sehun yang membuat sesuatu dibawah sana mengalirkan cairan pelan

Matanya kembali terpejam saat bibir plum namja itu menempel dibibirnya, melumatnya pelan “balas aku Rin”

“aku emmh tak bisammh” ucapnya disela lumatan Sehun, nafasnya sudah sangat pendek. Tapi tangan dan kakinya tertahan sesuatu yang lembut dan keras. Borgol khusus. Sex toys, eh?

Akhirnya Minrin menaikkan dadanya untuk menyentuh tubuh polos sehun yang entah kapan sudah berada diatasnya  “Chagiya, kau mulai nakal, eh?”

“akuhh” nafasnya masih tersegal “tak bisa bernafas hhah” namja itu tersenyum seduktif, tangannya mengelus permukaan kulit pucat itu pelan. Meremas pelan gundukan yang tadi menyentuh kulit dadanya

“kau ingat dengan apa yang tadi kulakukan? Lakukanlah hal yang sama, BabyRin. Ini perintah” tangannya terus turun, bisa dirasakannya bulu-bulu halus yang menandakan ‘hidangan utama’ nya sudah ada didepan mata.

Bibirnya kembali menyambar bibir Minrin yang sudah merekah, dengan satu tangan yang menekan tengkuk Minrin dan tangan yang satu lagi mulai menggesekkan jari-jarinya ke klitoris Minrin. Beruntung sekali benda sebesar biji kacang itu sudah basah membuatnya makin lincah memainkan jemarinya disana “akhh… umh.. ughh”

Bibirnya menyeringai ditengah pekerjaan lidahnya menginfasi mulut hangat Minrin “kau suka, honey?” ucapnya mengecup pelan setiap sekitar tengkuk minrin yang kini mendongakkan kepalanya nikmat. sungguh, jemari terampil Sehun sangat memanjakan payudara dan klitorisnya.

Tangannya mencoba menggapai-gapai saat telunjuk dan ibujari Sehun mulai memainkan nipplenya yang mengeras “Sehun-ah~ ugh~ asshhh akuhh”

“Mianhae” ucap namja itu—seketika mata Minrin membulat. Sakit. Ya, badannya terasa dibelah dua saat sesuatu mulai memasuki lubang vaginanya “apa jari-jariku menyakitimu?” Dua? Tiga? Ah, dia tidak tahu berapa jari yang kini mulai bergerak.

“AGHHH SEHUN-AH~” pekiknya saat jemari panjang itu mulai menumbuk inti tubuhnya. Membuatnya bergetar. Rasa ‘ingin lagi’ yang kini dirasakannya sungguh mengalahkan rasa sakit yang ikut meyertainya

“Rileks, BabyRin. Aku akan membawamu kesurga saat penisku merasuki lubang sempitmu itu” ucapan kotor itu akhirnya dikeluarkan Sehun, nafasnya sudah mulai berburu. Tapi ia akan main pelan, ini pertama kalinya untuk Minrin. Dia tak akan membuat yeoja itu keluar dari kantornya dan membuatnya tak bisa melihatnya lagi hanya karna dia kelepasan saat ini.

—tapi kenapa tubuhnya malah terasa semakin panas?

“Aghh, ah, terusshh hah” eh? Apa yang baru saja dikatakannya? “as you wish, baby” ucap Sehun sebelum menyambar bibir Minrin yang terbuka. Saking menempelnya tubuh mereka, minrin bahkan bisa merasakan benda keras yang menusuk pelan paha dalamnya. Dan—
:
:
:
:

“haah~” Gadis itu menatap layar laptopnya tak suka “Apa seperti ini bisa?” sekali lagi matanya melirik buku biologi yang menjadi inspirasinya saat itu “bagaimana bisa aku menerima tawaran orang gila macam Oh Sehun itu~”

“Aish, Park Hanneul bodoh” gadis itu mengambil kertas kontrak yang ditanda tanganinya dua hari yang lalu. Membuat Novel hentai ‘pribadi’ dengan cast yang bernama Ahn Minrin dan Oh Sehun. Dan oh my—bagaimana bisa dia membuat sesuatu yang bahkan tak pernah ia mengerti!!
.
.
Tapi dendanya itu—MENAKJUBKAN! Bahkan uang yang dikumpulkannya selama 18 tahun hidupnya tak ada seperempat dari denda itu.

***

‘SEORANG IBU MEMBUNUH ANAKNYA SENDIRI KETIKA DISETUBUHI ANAKNYA’

Laki-laki itu memandang datar bayangan yang dipantulkan cermin didepannya. Koran pagi. Ck, daripada menunjukkan hal seperti ini kenapa tidak ditunjukkan keadaan lovely mother-nya saat ini? dia sangat yakin Lee bodoh yang menjadi ayah tirinya itu sedang mengambil kesempatan untuk memeluk tubuh semampai itu, mencium bibirnya yang menggoda, mendengar wanita itu mendesahkan namanya, memasukkan pen—AKKH!! Lupakan!!

Dia tak membutuhkan Lee Hyukjae itu. Cho Neulrin—atau dia lebih suka memanggil dengan nama aslinya Shin Neulrin— adalah miliknya. Mutlak!

“Cho Kyuhyun, putra dari Cho Donghae dan Lee Neul—”

“SHIN!!” ujarnya keras. Sudah dikatakan, bukan? Namanya SHIN Neulrin. Bukan Cho apalagi Lee!! Hanya dirinya yang boleh merubah marga yeoja itu. Cho yang berasal dari namanya kelak bukan Cho dari Cho ikan itu!

“terserah. Kau Cho Kyuhyun, iblis baru. Hukumanmu telah ditetapkan, kau dihukum turun kebumi dan mencari gadis—ingat, harus gadis yang ‘bersih’. Lalu—”

“Ya! Ya! Kenapa banyak sekali!” yeoja yang tadinya menatapnya lembut itu terdiam, pandangannya berubah datar “sudah untung Park Jung Soo itu mau memungutmu. Jadi terserah aku mau membersihkanmu dengan cara apa, Cho!”

“memangnya kau siapa, eh?” ucapnya remeh. Hah, tak tau saja gurat siku-siku dipelipis yeoja itu menandakan dirinya akan menerima hukuman yang lebih besar

“kau tak mengenalku? APA SAJA YANG KAU LAKUKAN SELAMA INI, BODOH!!” pekiknya bersamaan dengan halilintar yang bersautan— oh, ini gila. Seorang iblis tingkat rendah tak mengenali ratunya. SUNGGUH KURANG AJAR!

“Choi Youmin. ratu iblis yang berarti aku ratumu. Sekarang turun kebumi dan cari wanita idealku dan DIA HARUS MENCINTAIMU, CHO BODOH!” ucarnya mendorong Kyuhyun masuk kedalam lubang yang membuatnya berada didunia manusia lagi—yang durasinya 100 tahun setelah namja itu meninggal.

“Aish, Min. Pelan-pelan Sayang~ apa kau mau aku dikirim Jung Soo tugas lagi dan tidak bisa melayanimu, eh?” ucap seorang namja seduktif, sayap hitam dibelakang punggungnya menegaskan bahwa ia juga bagian dari kaum iblis.


“ah~ kau sudah kembali, Jongin?” ucapnya manis, merapatkan tubuhnya ke-namja setianya yang selama ini selalu meninggalkannya karna dia tak bisa mengatur emosi. Tepat. Angel Jung Soo itu akan mengirimnya tugas jika Kai—yang biasa dia panggil Jongin tak bisa membuat emosinya stabil. Hey! Dia iblis, tentu saja angkuh dan sombong adalah gayanya, bukan?

***
Ehem.. ini fanfic baru. Kyuhyun lagi, Kyuhyun lagi. oke. biarkan saja Kyuhyun berkibar tapi saya nambah Cast EXO di fict ini. Maaf banget karna ini rate-M. ada sedukit sih bagian fluff-nya. yah, saya bukan ponganut full NC sih~ Annyeong!!

Senin, 17 Desember 2012

ELF Quotes


“Sekarang kami mencintai mereka, dan begitu juga dengan esok kami tetap sama” -E.L.F Filipina-

“Mungkin kami akan lebih memilih Super Junior dari pada pacar kami” -E.L.F Vietnam-

“Kami memang menyukai yang lain, tapi bukan berarti kami akan meninggalkan kalian, karena kami tetap satu fandom ELF” -E.L.F Australia-

“Kami rela membagi kalian dengan ribuan, bahkan jutaan ELF lainnya di seluruh belahan dunia” -E.L.F Cina-

“Bertahanlah lebih lama, berdirilah lebih lama, bersinarlah lebih lama, menyanyilah lebih lama, menarilah lebih lama, karena kami akan selamanya berada di sisimu, dan mempertahankan keluarga kami (ELF) ” -E.L.F Korea-

“Jika aku memiliki kesempatan hidup ke dua, aku akan tetap bertahan menjadi EverLasting Friend untukmu” -E.L.F Peru-

“Walaupun kami tidak bisa menjadi `EVERLASTING LOVE` untuk mereka, kami tetap bersyukur bisa menjadi `EVERLASTING FRIEND`” -E.L.F Jepang-

“Kami menomor duakan pacar kami dan menomor satukan 15 Namja yang bernama Super Junior, maaf” -E.L.F Taiwan-

“Kami ini kuat, karena kami bisa mempertahankan cinta kami hingga hampir 7 tahun, tanpa berusaha berpaling” -E.L.F Swedia-

“Orang yg akan tersakiti pertama kali jika mereka di hina, di ejek, di lukai, di bash, itu adalah kami ELF” -E.L.F Italia-

“Dinding kamar kami penuh dengan wajah tampan kalian” -E.L.F Brazil-

“Kami selalu berharap mereka mendapatkan yang mereka impikan” -E.L.F Amerika-

“Kita selalu saling berbagi tawa, senyum, dan tangis” -E.L.F Taipe-

“Cinta kita, adalah cinta yang penuh peluh dan air mata” -E.L.F Ukraina-

“Terimakasih karena selalu mengusahakan yang terbaik untuk kami” -E.L.F Inggris-

“Kami 1 jiwa, 1 hati dan 1 rasa, Itulah kami ELF dan Super Junior” -E.L.F Thailand-

“Bagi kami Super Junior itu telah memenuhi sesak ruang hati kami” -E.L.F Indonesia-

“Setiap air mata yang kalian keluarkan, kami akan selalu berusaha untuk menghapusnya” -E.L.F Filipina-

“Yang terngiang saat kami menjelang tidur, saat kami menjelang bangun, saat kami menjelang berkegiatan, adalah kalian” -E.L.F Brunai-

“Kelak pasti kalian akan mempunyai sebuah keluarga kecil, tp bolehkan kami tetap menjadi bagian keluarga kecil itu” -E.L.F Myanmar-

“Tawamu, senyummu, tingkahmu, tangismu, sedihmu, lelahmu, sakitmu adalah oksigen bagi kami” -E.L.F Malaysia-

“Cinta kami bukan lah cinta yg bertepuk sebelah tangan” -E.L.F Belanda-

“Kami bangga untuk meneriakkan nama kalian” -E.L.F Bulgaria-

“ELF = Keluargaku, Sapphire Blue = Darahku & Super Junior = Oksigenku” -E.L.F Korea-

“Jangan pernah menyakiti mereka, jika kamu tidak ingin kami sakiti !” -E.L.F Taiwan-

“Hidup kami tidak akan menjadi lengkap, jika suatu hari kami tidak lagi dapat mendengar suara mereka” -E.L.F Singapura-

“Kami ingin bersama mereka, sekarang dan selamanya” -E.L.F Arab Saudi-

“Super Show itu seperti Film Romantis. ELF dan Super Junior yg mjd pemeran utamanya” -E.L.F China-

“Super Junior adalah cinta pertama dan terakhir kami” -E.L.F Paris-

“Inilah cinta yang kami rasakan saat melihat mu” -E.L.F Irlandia-

“Mereka bilang ‘ELF itu sangat menakutkan’. Memang itu benar, tapi itu hanya terjadi jika kalian menyakiti Super Junior kami” -E.L.F Thailand-

“Super Junior dan ELF adl keluarga. Kami saling merasakan sakit dan kebahagiaan bersama” -E.L.F Korea-

“Mungkin Super Junior memiliki ribuan ‘ANTIS’ yg membenci mereka. Tapi ingatlah bahwa ada miliaran ELF yg mencintaimu” -E.L.F Roma-

“Dari Super Junior, kami belajar bhwa dgn bekerja keras bisa membuat kami mewujudkan segala mimpi kami” -E.L.F Indonesia-

“Super Junior adalah Super Junior. Mereka tidak akan bisa di samakan dgn apapun” -E.L.F Thailand-

“Apa yg akan terjadi jika ELF dan Super Junior di gabungkan? EverLasting Happiness” -E.L.F China-

“Hal terindah bagi kami adalah ‘Adanya kalian di dunia ini’ ” -E.L.F Taiwan-

“Saat kalian letih, saat kalian bahagia, saat kalian terluka, saat kalian sakit, saat kalian menangis, kami ingin berada disisimu sebanyak yang kami bisa, kami ingin berada di sisimu” -E.L.F Jepang-

“Ijinkan kami utk mencintai Super Junior, maka kami akan baik-baik saja & kami tidak akan meminta lebih” -E.L.F Ukraina-

“Super Junior adl alasan mengapa bahkan dibagian paling menyedihkan dalam hidup kami, kami tetap tersenyum. Bahkan dalam pengkhianatan, kami berusaha ttp percaya. Bahkan dlm ketakutan akan rasa sakit, kami ttp akan berusaha utk menerima”-E.L.F-

“Stiap kali Super Junior berteriak: ‘Uri Neun SUPER JUNI-atau-YE-YO’, kami suka bgmna ELF’S langsung menjawab: ‘Uri Neun ELF-O-YE-YO!”

“Sejak kami bertemu Super Junior, hidup kami pun mulai berubah” -E.L.F-

“Saat kami bertambah tua, kami akan tetap bangga pernah berkata ‘Super Junior adalah bagian hidup kami & kami adalah ELF” -E.L.F-

“Ya Tuhan, jangan biarkan malaikat-malaikat kami mengalami penderitaan lagi, krna mereka sdh cukup menderita sebelum debut” -E.L.F-

“Jika kalian lelah, bersandar lah pada kami. Karena kami selalu bersama mu” -E.L.F-

“Kami berdiri di blkg kalian, mengangkat kalian ktka kalian jatuh. Menopang kalian ktka kalian lelah. Menghapus airmata ketika kalian menangis. Dimanapun kalian berada kami selalu ada. Karena kami ada di seluruh belahan dunia” -E.L.F-

“Maaf jika kami sering membuat kalian terluka dgn tindakan kami. Kami sungguh minta maaf” -E.L.F-

“Mata kami selalu mengikutimu setiap saat, kami belajar tentangmu & kami tau betul bagaimana caramu berjalan caramu berbicara, caramu tersenyum & caramu tertawa, kami mengetahui itu karena kami adalah EVERLASTING FRIEND OF YOU BOY” -E.L.F-



Cr. Blogdetik

Minggu, 09 Desember 2012

A Lover -Part 2-


Desember 2012

“kau senang sekali” wajah Youmin memerah, tapi tak ada niat sedikitpun untuk menyembunyikannya pada suaminya itu “nanti siang Kyunnie akan datang”

Senyum menggoda yang tadi ditunjukkan Donghae memudar, ditatapnya Youmin yang kini menenggelamkan wajahnya didada bidangnya. Namja itu lagi, ya…

“eh?”

Youmin mendongak, memperhatikan lekuk wajah Donghae yang kini tidak menatapnya. Meskipun begitu pinggangnya terasa makin ditarik oleh lengan kokoh itu. “Hae?”

“bukankah kita terlihat sempurna?” ucapnya, Kini Youmin tau. Obsidian itu tengah memandang cermin yang menutupi satu sisi ruang tengah. Menampakkan seorang namja yang sedang memeluk yeoja yang jemarinya –seharusnya- masih berkutat dengan dasi sang namja.

“seharusnya foto wedding kita seperti ini ya, Hae…” balasan yang seperti biasanya. Yeoja itu selalu seperti itu jika Donghae sungguh ingin mempunyai keluarga yang sebenarnya. Meskipun itu bukan dengan Minrin.

“aku akan berangkat” lengan namja itu kembali tergantung lemas disisinya, namun matanya memandang cincin yang dikenakan Youmin selagi yeoja itu memasangkan dasinya.

“jangan terlalu lelah, Lee Youmin” ucap Donghae mengelus lembut surai hitam Youmin “kau takut aku pingsan saat kegiatan malam kita, ya? Kkk~”

Uh? Bahkan ciuman kalian hanya terjadi di pesta pernikahan dua hari lalu.

“Kapanpun kau siap, Youminnie” setelah meninggalkan satu kecupan didahi, Donghae langsung berlalu lagi tanpa menoleh. tanpa melihat tatapan sendu yang dipancarkan Youmin untuk kaca yang tadi ditatap Donghae

Tentu saja, Hanya orang bodoh yang tidak menganggap kelakuan kalian itu mencerminkan keluarga yang sempurna, Lee Donghae.
Tapi…

Cermin. Berarti tidak nyata.

Benar, kan?

0o0

“ikut?” Yeoja itu mengangguk cepat. Semangat sekali, uh?

Oh, benar. Jika ikut orang polos— atau munafik? itu akan bertemu dengan sang namja pujaan.

Mungkin ini akan menyakitkan mengingat Donghae bukan seseorang yang mudah menyembunyikan Skinship.

Tapi apa pedulinya?

“Bagaimana kalau sekalian menginap”

“itu akan mengganggu mereka” Minrin memajukan bibirnya, membuat Kyuhyun tak sanggup untuk menolak permintaan yeoja itu “aish, arra. Tapi kalau Hae Hyung dan Minnie bilang tidak jangan memaksa, ne?”

Wajahnya menunduk. Cih, mana mau yeoja itu menuruti namja tengil macam Kyuhyun? “aish, tapi aku juga merindukan hanneul”

“kau terlalu dekat dengan pelayan itu”

Cup.

Satu kecupan mendarat dihidung bangir Kyuhyun “tapi dia baik, dan kami cukup dekat” Kyuhyun tersenyum menanggapinya

Namja bodoh! Kapan kau mau belajar yeoja itu selalu bisa mendapatkan keinginannya? Dan keinginannya saat ini hanya satu—

—Lee Donghae-NYA

0o0

“Selamat Jalan” yeoja itu membungkuk hormat sembari membukakan pintu belakang untuk tuannya.

“ah, Hanneul-Ssi”

Deg Deg

Bodoh! Bahkan kau melihat namja yang berjarak beberapa centi dari wajahmu itu memeluk yeoja lain. Istrinya! Haruskah kau masih menunggunya?

“Ye? Sajangnim?” Senyum diwajahnya tak pudar, menambahkan kesan Elegan dan cantik meskipun tubuh ramping itu dibalut pakaian maid sederhana yang tak dapat dipungkiri membuahkan kesan manis padanya

Hey! Dia memang bukan pelayan biasa, mungkin bisa dibilang hanya dia satu-satunya ‘Putri’ yang mau menjadi pelayan dikeluarga yang bahkan tak lebih kaya darinya.

Dan Bodohnya, dia tak menyesalinya saat melihat namja itu tersenyum. Senyuman Lee Donghae memang satu-satunya alasan dia berada disana. Tak peduli apa posisinya saat ini, yang paling penting baginya adalah Lee Donghae yang tersenyum…

Padanya.

“Bisakah kau lakukan sesuatu untukku?”

“Ye?”

“Bisakah kau mencari tahu seberapa dalamnya Istriku mencintai Kyuhyun?”

Bahkan sekarang kau sudah terbiasa menggunakan kata kepemilikan itu, eh? Lee Donghae?

“bolehkah aku juga mencari tahu seberapa banyak kau mengingatku, Fishy-ya?” ucapnya lirih sembari melihat mobil Donghae yang mulai meninggalkan pelataran rumah. Seakan memberi tahu pada angin…

…Dia juga ingin dicintai.

Oleh orang yang 13 tahun lalu berjanji akan selalu mencintainya.

***
Januari 1999

Hanneul POV

“begini juga tak apa” senyumnya, selalu sama. Membuatku tak bisa memotong apa yang sedang ia bicarakan

“euh?” dia tak juga menatapku, pandangannya kini terpaku pada jari kami yang mengait “asalkan aku tetap bisa menggenggam tanganmu seperti ini,  apapun yang mereka katakan untukmu tak lagi penting”

Senyumnya… kenapa bisa sesedih itu?

“wae?” hanya itu yang bisa ku katakan. Lee Donghae, Fishy-ya, Jangan pura-pura tidak percaya lagi. “aku percaya padamu”

Aku tak menginginkan jawaban itu, Hae…

“jadi kau tidak mempercayai matamu?” dia membuang wajahnya. aku tau, dia memang sudah mengetahuinya. Karna aku membiarkannya melihat semuanya. Sekalipun aku tau dia tak menyukai darah

“mau kuceritakan sesuatu, Fishy?” aku tak sanggup melihat wajahnya, jadi yang kulakukan hanya menatap langit yang mendung. Hah, kenapa setiap aku memperhatikan langit, langit itu tak pernah cerah, ya?

“aku tak benar-benar dilahirkan. Jika saja percobaan Appa berhasil, aku tak mungkin hidup. Jadi aku dibuat berguna. Senjata bukanlah hal asing lagi bagiku, Hae. Aku tak pernah dituntut belajar, aku dituntut untuk mendengar dan mengasah instingku. Dititik mana aku bisa membunuh sesuatu dengan metode apapun”

Genggamannya menguat. Apa kau sudah mulai takut padaku, Hae? “siapapun orang itu, asal Appa menginginkannya. Aku akan mengakhiri hidupnya dengan cepat”

Aku masih tak berani menatapnya. Hh, Tak biasanya. Meskipun hujan sudah turun, Donghae tak menarikku berteduh.

Ah benar, aku sedang mencoba ‘mematikan’ hatinya. Mana mungkin dia tersenyum dan menarikku berteduh atau main hujan?

“aku tak peduli” samar, mungkin karna air hujan mengenai bibirnya yang berusahan mengatakan hal itu sedari tadi. Aku mendengarnya. Tapi—

Kenapa jawabanmu selalu meleset dari keinginanku, Hae?

“aku akan menunggumu, hingga kau bisa menerimaku yang bahkan tak bisa membunuh seekor burung. Aku berjanji”

“apanya yang berjanji?”

“aku Lee Donghae. Berjanji akan selalu mencintai Park Hanneul, selamanya”

Aku akan percaya, Hae. Jika kau yang mengatakannya, hanya jika itu adalah perkataanmu.

Sekalipun aku tak menginginkannya, aku tetap percaya.

***
lanjut juga ceritanya, hehe. Annyeong!!

Senin, 19 November 2012

A Lover -Part 1-


Suasana yang kelam seakan tak mempengaruhinya. Mengacuhkan setiap tetes hujan yang menghantam setiap lekuk tubuhnya

“uljima, gwenchana chagiya” dengan senyuman semanis itu. siapa yang sadar namja itu juga menangis? dia tetap mengelus pundak Minrin yang basah karna hujan

Namja bodoh!

Yeoja itu bahkan tak melirik, saat bibirmu menyentuh setiap sudut wajahnya. tidakkah kau berfikir hal itu sia-sia?

Dia kehilangan. Yeojamu itu kehilangan cintanya. Jangan berpura-pura menjadi orang idiot, Cho!

“yeoppo, ne?” bisiknya pelan, berharap akan ada balasan dari yeoja yang mengambil alih hatinya itu “kita juga akan menikah seperti itu. tentunya tanpa hujan”

Oh, benar. Tuan terhormat seperti Cho Kyuhyun bisa mendapatkan apapun. Lihat saja sekarang. Yeoja Ahn itu kini ada didekapannya, dia yang memilikinya, bukan namja Lee sialan yang selalu merebut senyum Ahn Minrin.

“Rinnie-ah, nawa gyorhonhejulle?” ucapnya tetap ditelinga Minrin.

Cih, menikah, uh? Yeoja itu sedang berduka, bodoh!

Yeoja itu tetap tak bergeming, entah hanya perasaannya saja atau namja Lee yang sedang menikah disana memang tersenyum padanya?

Bolehkah kali ini Minrin memohon?

0o0

Senyum itu begitu memikat. Entah apa yang ia fikirkan, pastinya bukan yeoja yang baru saja dikecupnya karna tuntutan resepsi pernikahan

Bukankah takdir sungguh mempermainkan mereka?

Choi Youmin—ah, maksudnya Lee Youmin sudah berbaik hati mau menikah dengan namja sepertinya. Karna cinta?

Jangan bodoh! Yeoja itu sudah lama memendam rasa pada orang beruntung itu. ya, beruntung. Dicintai Yeoja sesempurna Youmin dan memiliki yeoja yang ia cintai.

Benar. Ia mencintainya, ia mencintai yeoja Ahn yang kini menatapnya dari luar sana—ah, benarkan Minrin sedang menatapnya? Dengan Kyuhyun yang sedang mengecupi wajahnya dari belakang sesekali tersenyum lembut. Apakah mungkin?

“Kyuhyunnie” suara lirih itu terdengar. Mungkin hanya ia yang bisa mendengarnya karna tempat ini sungguh berisik. Kenapa nama namja itu selalu berada disekitarnya, sih?

Keegoisan membuat jemari namja itu menarik dagu istrinya, melumatnya ditengah para undangan—juga didepan Minrin.

Setidaknya sebelum Kyuhyun juga menarik dagu Minrin untuk mempertemukan bibir mereka.

Terkejut, eoh?

Sebelum keterkejutannya hilang, air mata youmin membuatnya mendekap yeoja itu. menenangkannya sebelum ada yang sadar istrinya sedang menangis.
 
Tak taukah kau Lee Donghae. Didepan sana ada yeoja yang juga perlu kau tenangkan? Yeoja yang mungkin saja telah kau lupakan karna panik akan derajatmu yang tercoreng.

Orang-orang disana tertawa, menampakkan wajah bahagia atas skinship yang dilakukan pasangan baru itu.

Err—benarkah?

Ya, Park Hanneul! Benarkah kau bahagia?

***
ini repost dari FB ya...

Minggu, 11 November 2012

Second Sight -Part 1-


dengan sangat baiknya saya mau buat konflik baru, sebenarnya menjelaskan konflik tersembunyi yang gak di bahas di First Sight. tapi ini lanjutan, bukannya POV. Ratenya-M ya, gak selalu ada NCnya, tapi saya bisa pastikan Rate-nya gak bakal turun. karna Pra-NC atau Backsound bergenre-?- NCnya banyak...

***

“YA! KUBUNUH KAU MAGNAE!!” teriakan donghae mewakili beberapa namja disana—Ayolah, ini tengah malam, dan mereka bahkan masih mematung didepan ruang tamu dengan celana menggembung

Menanggapi ucapan Donghae, beberapa namja—sebut saja itu Eunhyuk, Leeteuk, Hankyung, Yesung, dan Kangin memilih kekamar mandi demi menuntaskan ‘urusan’ mereka daripada tidur.  Siapa yang bisa berfikir desahan erotis adalah salah satu lullaby, eh? “apa yang bisa lebih buruk dari ini?”

Namja ikan itu mengacak rambutnya frustasi. Dari semua kamar yang ada didorm, KENAPA YOUMIN HARUS TIDUR DIKAMARNYA?!

“ash… Kyuuh, deeper emhh--”

lagi-lagi Donghae mengacak rambutnya—Aish, mengapa dia meng-iya-kan ide Youmin untuk pindah kamar, sih? “aku harus minta tukar lagi dengan Hankyung-Hyung” gumamnya memperhatikan gundukan dibalik celananya dan Youmin yang tidur—Ck, bagaimana  bisa Youmin menggunakan baju setipis itu saat musim dingin didepan mata, eh?

Namja itu tertegun melihat gundukan didada yeoja itu “Minnieku sudah sebesar ini, ternyata” mengacuhkan ‘baby-nya’ yang butuh pertolongan, namja itu mendekati tubuh Youmin, menatapnya dalam sebelum memberikan kecupan yang cukup lama pada bibir yang selalu menggodanya itu

“ahh… Nggh.. Kyuhyunniehh.. ohhh Mmmh”

“Hmm… Rinn,  kau sangat ketat, chagi ahnn”

Oke, backsound yang sangat bagus saat fikiran vulgar donghae mulai bekerja “haeemmh” namja itu tersentak saat Youmin menggumamkan namanya, tanpa menaikkan tubuhnya lebih jauh, namja itu menghembuskan nafasnya keras “Lee Donghae, tena—ummph”

Donghae langsung menahan berat tubuhnya saat yeojachingunya itu menarik tengkuknya, melumat kasar bibirnya. Well—Donghae masih ingin hidup kan? Setelah beberapa menit ia menarik pelan lengan Youmin yang mengalung dilehernya, membuat jarak yang sama sekali tak ketara karna bibir mereka masih menempel meski tak bergerak

Satu menit. Cukup satu menit mereka berhenti karna Donghae kembali melumat halus bibir Youmin—oke. Hanya Donghae karna saat Youmin kembali mengeluarkan lidahnya, namja itu melepaskan tautan mereka “kau mau aku mati karna sebuah ciuman, Chagi?” Oke, itu hanya alasan. Meski nafasnya juga masih berkejaran saat ini

“Mianhae” balasnya lembut sembari mengelus pipi porcelain Donghae. Memajukan kepalanya demi meraih bibir namjachingunya “eummh…” namja itu melenguh dalam ciuman-nya. Tunggu—

Namja berarti Donghae, kan?

Ya. Meski hanya Donghae yang bisa mengalahkan Youmin dalam deep Kiss –syarat agar dia bisa pacaran dengan Youmin- tapi namja itu lebih sering kalah dalam ‘pertarungan’ mereka.

Bukankah jelas apa yang membuat mereka tak pernah sejauh pasangan yang lainnya, eh?

Tepat. Dalam hubungan mereka Youmin masih yang berada ‘diatas’. Tak mungkin kan Donghae yang ‘dimasuki’ karna terlalu terbuai dengan permainan yeoja Choi itu? Hey! Dia yang namja disini!

Membahas ‘permainan’ namja itu mengingat sesuatu—dan membuat Youmin menyeringai dan menarik tubuh Donghae untuk merasakan ‘benda keras’ dibawah sana “M-Min” Donghae menepis jemari Youmin yang mulai merayap dipunggungnya “O-Oppa harus kekamar mandi, n-ne?”

jadilah Youmin mengerang kesal karna ditinggal namjachingunya ber-masturbasi

0o0

“Kyuhyun Hyung!  Ya! Cho Kyuhyun Hyung!” ketiga yeoja itu tak ada yang bereaksi. Berfikir bahwa magnae setan itu mengacau di-dorm lain adalah alasan utama, dan yang kedua—apa peduli mereka tentang seseorang yang mungkin saja sedang mengamuk itu? “Leeteuk Hyung! ”

Mereka masih tak bereaksi. Rupanya Laptop yang mereka temukan dibeberapa kamar lebih menarik perhatian. Sesekali Hanneul akan terlihat menahan tawanya didepan laptop Donghae, penggila fanfiction itu sudah beraksi ternyata. Disusul decak kesal Minrin sembari menunjuk-nunjuk laptop tak bersalah Kyuhyun. bukankah kata Game Over sungguh sangat menyebalkan, uh?

Sedangkan satu-satunya yeoja paling diam disana sama sekali tak mendengar apapun selain desahan erotis yang terdengar di headphone-nya. Sangat beruntung yeoja itu pernah mengintip isi password Laptop simonyet hyperaktif, Lee Hyuk Jae “Aish! Donghae Hyung!!”

BRAK!!

Sialan. Sebelum namja dalam Video –entah keberapa- itu Klimaks ada yang masuk kedalam kamar Donghae “Hae—eh?” namja didepan pintu itu mengerjap imut membuat niat suci Minrin untuk memaki orang itu sirna, terlebih saat dua namja lain ikut mengintip isi kamar yang mereka tempati itu

Magnae yeoja itu hanya mengangkat sebelah alisnya melihat tiga namja yang banjir keringat didepan pintu. Berbeda dengan Minrin, Hanneul seperti melihat tokoh dalam fanfiction yang baru saja ia baca kini berdiri dihadapannya, tepatnya namja paling kanan “uke atau seme ya?”—lupakan apa yang baru saja terproses diotak-nya

Sedangkan Youmin menelan ludahnya gugup—Salahkan saja Video yang baru saja ia tutup itu. Sialannya, namja yang berada ditengah memiliki potongan wajah yang mirip dengan slut yang tadi bercumbu didalam laptopnya “kami menginap, ne?”

Sialan dua kali. Namja itu mendekat membuatnya bisa melihat sepasang nipple dibalik kaus putih yang dikenakan namja itu. padahal kedua namja yang menemaninya itu memakai jaket—apa namja itu berniat menggodanya, eh?

“Rin, urus mereka” Youmin sontak menarik Hanneul keluar dari ruangan itu, tak kuat melihat pemandangan yang tersaji dihadapannya –meskipun Hanneul agak meronta- “nugu?” jika seperti ini, dia memang cocok sedarah dengan Lee Donghae. Sikapnya yang seolah tak peduli membuat para namja itu berani duduk dikasur yang sama dengannya.

“Chanyeol imnida” namja berkaca mata itu lalu menunjuk namja yang memakai jaket hitam “itu Sehun, dan yang itu Baekhyun”—well, sesungguhnya, hanya nama namja terakhir yang ingin Minrin ingin tau. Ya, namja yang membuat Youmin menelan ludah gugup “Ya! Keluarlah, kubuatkan minum dan kue”

Dua namja yang berwajah paling childish itu keluar begitu Hanneul teriak. Sepertinya yeoja itu salah karna incarannya tak terlalu tertarik dengan tawarannya “eotte?” katanya menatap wajah Minrin dari jarak dekat. Aura tenangnya menguar. Tentu saja, dia seme. Ya, dia seorang SEME yang –selama ini- tak mungkin gugup didekatkan dengan yeoja “jika kau bisa menang dariku”

Sehun mengerutkan keningnya, tak mengerti arah pembicaraan yeoja itu sampai bibirnya ditekan lembut bibir sang yeoja. ‘begitu, ya?’ batinnya menyeringai, dia Oh Sehun, mana mungkin kalah dalam french kiss?

Tanpa menunggu lama, Minrin memasukkan lidahnya kedalam mulut sehun yang memang jarang ditutup. Menyapu lidah namja yang kini mulai memejamkan matanya, dia tak akan kalah. namja model uke seperti Sehun tak akan bisa mengalahkannya. Sayang sekali Sehun memang gay, tapi dia SEME

“euhh mmph” desahan mereka saling bersautan, kedua lidah itu saling membelit. Saling bertukar saliva, membuat mereka memiringkan wajahnya jika tak ingin cairan keramat dari mulut mereka membasahi dagu apalagi leher yang jika diperhatikan masih meninggalkan Kissmark dari pasangan masing-masing. Entah Leeteuk atau Kyuhyun yang membuatnya di leher Minrin. Asal Kyuhyun tak mengingat-nya itu tak akan jadi masalah, kan?

Ah, bukankah itu bukan sesuatu yang penting? Mereka melepas tautan mereka—dan Sehun menang. Mungkin hasilnya akan berbeda jika itu dengan Youmin. ah, benar—

Youmin dan Hanneul diruang tengah sudah membicarakan penempatan kamar. Anggap saja ciuman itu tanda selamat datang dari Minrin untuk Sehun, ne?

0o0

Minrin menggerakkan pinggulnya tidak nyaman, Kesepuluh jarinya menggenggam selimut yang menutupi tubuhnya dan Kyuhyun erat. Mereka memang sedang ada diruang tengah saat ini, menonton reality Show baru yang membuat nama Super Junior makin melejit “sshh…” yeoja itu menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan desahan yang menuntut untuk dikeluarkan.

Sedangkan Kyuhyun masih terbahak dengan member lainnya—Ah, jangan lupakan ke-dua jarinya yang bergerak teratur dilubang kenikmatan Minrin. Namun tiba-tiba jari itu berhenti, membuat sesuatu yang mengganjal diperutnya menolak untuk keluar “Lanjutkan, Kyu” lirihnya membuat Kyuhyun menyeringai tipis

“menikmatinya, Chagiya?” bisik Kyuhyun, sedikit mengulum telinga kiri Minrin yang membuat libido yeoja itu meningkat “Jebal…” Kyuhyun menurutinya, setelah menambahkan satu jari lagi namja itu menggerakkan jarinya secara Brutal. Sedangkan Tangan Kirinya menahan tubuh Minrin—tidak lucu kan jika hoobae mereka –EXO-K– tau tentang ini?

Youmin yang memang peka akan ‘aroma’ yang baru saja dikeluarkan Minrin mendelik tajam, sedangkan Sehun menyeringai kecil “kau tau?” bisiknya pada yeoja yang masih sibuk men-deathglare Kyuhyun. yang dibalas Evil itu dengan Kedipan mata sebagai permintaan maaf.

Youmin mengalihkan matanya, berusaha menulikan telinga sensitifnya dari suara menggoda disebelah kanannya— yeoja itu merebahkan kepalanya pada bahu Sehun “jangan berfikir macam-macam” namja itu tertawa keras—entah karna TV itu menampilkan Eunhyuk yang dibully atau karna ucapan Youmin “hanya satu macam, kok”

“euh?” Sehun menyeringai kecil, jemarinya mengelus lembut punggung Youmin “mau one night stand dengan ku?” dengan pandangan lurus kearah Donghae, Youmin meremas pelan kejantanan yang terbungkus celana tidur Sehun “sudah siap berada di ‘bawah’?”

Namja itu mengeluarkan nafas berat, sungguh beruntung ada bantal yang menutupi kegiatan tangan nakal Youmin “memangnya siapa kau? Seme?” Menarik. Itulah yang ada dalam fikiran Sehun, yeoja dengan status SEME biasanya lebih agresif, kan?

Jemari Youmin berhenti saat telapak tangannya bisa merasakan pre-cum Sehun dari luar ‘pelindungnya’—dan sekali lagi seringaian kecil Youmin keluar, tak lagi memperhatikan Donghae sudah hilang dari pandangan “Bisa juga, tapi kekasihku itu namja”

Sehun menaikkan alisnya, mengacuhkan sang ‘adik’ yang sangat butuh eraksi “kami belum melakukannya” namja itu mengangguk mengerti “berarti lubangmu masih sangat sempit, ya?” Youmin tersenyum singkat. Ucapan kurang ajar macam apa itu, eh?

“tentu saja, jad bisakah kau tidak mengganggu yeojachingu-ku?”

“Donghae…”

***
 Dikit ya? namanya juga pembukaan...

Kamis, 02 Agustus 2012

Trainee in SM entertainment



gak semua bisa didapatkan dengan mudah. bahkan untuk Boyband terkenal kayak SHINWA, Super Junior, SHINee, atau EXO. mereka menjalani jadwal yang berat saat jadi Trainee di SM ENTERTAINMENT. ada nih bocorannya bagi yang mau ikut audisi di Entertainment besar kayak SM.E


1.Untuk menjadi trainee SM Entertainment ,kalian harus di audisi dan menunjukan bakat kalian.

2. Kalau saat di audisi juri menyukai kalian, maka kalian akan di terima. Dan juri akan melihat perkembangan kalian.

3. Juri yg mengaudisi biasanya tau, kalian MAMPU untuk melanjutkan dan masuk ke dalam tahap trainee atau tidak, walaupun kalian belum menunjukan bakat.

4. Saat kalian mengikuti audisi, jangan terlalu banyak memakai make up! karena biasanya mereka (Juri) ingin tau muka alami kalian (tanpa makeup)

5. Menyanyi memakai lagu bahasa inggris dapat mempengaruhi penilaian juri saat mengaudisi. nilai kalian bisa menjadi bagus atau sebalik nya.

6. Kalau kalian di audisi dengan menari, maka pilihlah lagu yang bertempo cepat dengan gerakan yang
memang memiliki konsep.

7.Kalau kalian di audisi dengan menyanyi, maka pastikan dulu bahwa ada banyak nada tinggi dan kalian bisa menyanyikannya dengan baik.

8. Kalau kalian di audisi dengan model, maka kalian harus melakukan berjalan ke depan - belakang dan berpose-3 kali semenarik mungkin.

9. Jika kalian lolos audisi SM Entertaiment maka nanti ada pihak SM.E yang mau bertemu orang tua kalian *tapi ada juga yg engga*

10. Jika sudah menjadi Trainee di SM.Ent, maka SM akan membayar iuran sekolah, makan, tempat tinggal dan pakaian.

11. Para Trainee di SM juga akan di bawa ke “KENT” dimana di tempat itu kalian akan belajar bahasa korea,jepang dan cina.

12. Saat menjadi Trainee di SMent,kalian akan berlatih selama 4 hari dalam 1 minggu

13. Jika kalian menjadi trainee di SMent,biasa nya kalian hanya belajar 3-4 jam,lalu saat sepulang sekolah kalian langsung latihan lg.

14. Rata-Rata trainee SM hanya mendapat waktu tidur paling lama 2 jam. Bagaimana jadwal dari
pihak pelatih trainee di SM saja

15. Selama pelatihan trainee, kalian di latih fisik, menyanyi, akting, modelling juga menari. Menari biasanya memakan waktu 5 jam setiap hari nya.

16.Jika mempunyai account di jaringan situs sosial,kalian bsa menyimpannya slama menjadi trainee, tetapi kalian harus menghapusnya jika akan debut

17. Selama di trainee kalian boleh menyimpan email, tetapi susah untuk menyimpannya dan harus mempunyai alasan tertentu.

18. Biasa nya para trainee lebih suka menghabiskan waktu untuk latihan dari pada menghubungi orang tua nya.

19. Biasa nya para trainee SM.Ent yg berasal dari luar negara korea akan di masukan ke sekolah KENT.

20. Saat trainee, rata-rata para training SMent mendapatkan pembimbing training seorang perempuan/laki-laki.

21. Biasa nya, para trainee akan di suruh menunjukan perkembangan latihan mereka selama 1 minggu 1 kali. Ini penting untuk menilai kedepanya.

22. Para Trainee biasa nya lebih dekat dengan pembimbing/guru mereka selama menjalani kehidupan trainee dari pada dengan sesama peserta trainee.

23. Biasa nya,beberapa trainee juga menyerah dan mundur (lalu kembali ke kampung halaman) dengan alasan krn mereka rindu rumah.

24. Jika kalian gagal mengikuti audisi SMent,kalian bisa mengikuti lagi-lagi dan lagi audisi SMEntertaiment.

25. Saat menjadi trainee,kalian hanya dapat menggunakan hp, kurang lebih hanya 1 jam Trainee di SMent juga biasa nya akan di bayarkan untuk pergi ke gym, salon atau operasi plastik jika di perlukan.
.
.
.
see? mereka berjuang sebelum debut, makanya mereka bisa punya talent yang bermutu kayak yang kita lihat sekarang. buat yang mengikuti Audisi semangat ya!!
jangan lupa kata-kata Choi Siwon di I'AM THE MOVIE
“Jika kalian menjadi trainee di SM. Ent, kita seperti memasuki sebuah sekolah, tetapi sekolah yang tidak akan pernah lulus” --